Jumat, 10 Juni 2011

BEBAN SEBUAH DOSA


Seorang pendeta berdiri di pinggir jalan di dekat sebuah halte bus. Tak henti-hentinya ia berteriak: “Siapa yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, maka ia akan diselamatkan.” Ia juga meneriakan agar semua manusia bertobat dan tak berbuat dosa.

Tiba-tiba seorang anak muda datang dan berdiri di depannya lalu bertanya; “Bapak pendeta; Anda mengatakan bahwa semua manusia adalah orang-orang berdosa tanpa terkecuali. Membawa serta dosa dalam diri sendiri sama dengan memikul sebuah beban yang amat berat. Namun saya tak pernah merasakannya sedikitpun. Katakanlah padaku, berapa berat sebuah dosa itu? Lima kilo? Sepuluh kilo? Atau seratus kilo?”


Sang pendeta memperhatikan anak muda tersebut dengan seksama lalu balik bertanya; “Bila kita meletakan 500 kilo beban ke atas mayat, apakah mayat tersebut akan merasa bahwa beban yang dipikulnya itu berat?” Dengan cepat dan pasti anak muda tersebut menjawab; “Tentu saja tidak!! Ia pasti tidak merasa berat karena ia telah mati.”


Sang pendeta mengagumi anak muda tersebut. Sambil tersenyum ia menjawab; “Hal yang sama terjadi pada kita. Kita tentu tak merasa bahwa beban dosa yang kita pikul itu berat. Karena pada saat kita berada dalam dosa, saat itulah kita sebetulnya telah mati.”


-------------


Bila anda masih mampu merasa sakit berhadapan dengan dosa-dosa yang anda perbuat, maka bersyukurlah karena Roh Kudus sedang bekerja dalam diri anda untuk mengingatkan anda untuk tak berbuat dosa lagi. Namun bila suatu saat anda tak merasa bersalah sedikitpun saat berbuat dosa, maka saat itu sebetulnya anda telah mati.


“Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.” (1 Yohanes 3: 6)

KESEMPATAN & PILIHAN



Bertemu adalah kesempatan, mencintai adalah pilihan...

Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai, Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan..
Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan.. .
Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adalah kesempatan..

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan...
Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya, daripada pasanganmu, Dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan...
Perasaan cinta, simpatik, tertarik, Datang bagai kesempatan pada kita. Tetapi Cinta sejati yang abadi adalah Pilihan.... Pilihan yang kita lakukan...

Berbicara tentang pasangan jiwa, Ada suatu kutipan yang mungkin sangat tepat :
"... Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil.. "
Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang Yang diciptakan hanya untukmu..
Tetapi tetap berpulang padamu, Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya atau tidak...
Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang harus kita lakukan..
Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai, TETAPI untuk... Belajar mencintai orang yang tidak sempurna, Dengan cara yang sempurna...(^_^)

While you are reading this page, if someone appears in your mind, then.. " You Are In Love With That Person..." (^_^) bless u..

NAPAK TILAS PERSAHABATAN


Persahabatan itu seperti tangan dengan mata..


Saat tangan terluka, mata menangis...
Saat mata menangis, tangan menghapusnya..

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah. Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya.

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.

Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan,didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain,tetapi justru ia beriinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.

Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Beberapa hal seringkali menjadi penghancur persahabatan antara lain:
1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)
2. Ketidakterbukaan
3. Kehilangan kepercayaan
4. Perubahan perasaan antar lawan jenis
5. Ketidak setiaan..

Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.

Renungkan:
Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri.

"Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita.." - Anonim -

Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka.

METODE MENGAJAR ANAK


Waktu terbaik untuk kita menanam pohon adalah sepuluh tahun yang lalu, pasti hari ini kita suda sudah menikmati hasilnya. Dan waktu terbaik kedua adalah hari ini. Mungkin kita tidak bisa menikmati sepuluh tahun kedepan pohon yang kita tanam hari ini. Tetapi generasi selanjutnya akan menikmati.
Jika hari ini kita di ijinkan Tuhan intuk menanam benih kebenaran kepada anak-anak, mari kita tanam benih Firman itu sebaik mungkin di hati dan di kehidupan anak-anak yang Tuhan percayakan kepada kita. Benih Firman Tuhan yang kita genggam adalah benih yang unggul namun benioh itu terkadang tidak tumbuh dan menghasilkan buah karma kita tidak capak menanamnya. Bahkan tidak jarang kalau benih itu tercecer sehingga di patok burung, di injak kaki dan sebagainya.

Mengajarkan sebuah kebenaran kepada anak haruslah kaya dengan metode. Pengajar tidak bisa terpaku pada satu metode saja. Seperti halnya seorang anak adalah pribadi yang sangat aktif dan dinamis serta memiliki daya khayal tinggi, maka seorang pelayan anak harus mampu menyajikan kebenaran dengan berbagai metode.


ADA BEBERAPA METODE MENGAJAR KEPADA ANAK YANG BISA DI GUNAKAN.

  1. METODE DISKUSI

Metode ini hanya akan efektif jika di lakukan untuk kelas besar. Dlaam metode ini pengajar akan mengajukan sebuah pertanyaann atau ide yang harus dipecahkan bersama. Anak-anak dipancing untuk bisa mengemukakan pendapatnya tanpa ras takut. Dalam hal ini pengajar harus memiliki kemampuan yang baik dan menguasai topik yang sedang dibahas. Antisipasi pertanyaan anak yang terkadang ’nyeleneh’

  1. METODE DRAMA

Drama atau sandiwara adalah metode yang bisa kita gunakan dalam menyampaikan kebenaran. Dalam metode ini perlu ’kerja lebih keras’ karena perlu penulisan skenario dan latihan bersama. Namun dalam metode ini kita bisa melihat anak sebagai pemain.

  1. METODE FULL FUN / GAMES

Dalam metode ini anak-anak diajak bermain namun dalam permainan itu harus ada kebenaran yang kita tanamkan.

  1. METODE MENONTON FILM

Menonton film adalah kesukaan bagi anak-anak. Kita bisa memanfaatkan kesukaan anak-anak ini dengan menonton sebuah film yang memiliki nilai kebenaran. Jangan lupa untuk mengulas kebenaran yang terkandung di dalam film tersebut sesudah atau sebelum menonton.

  1. METODE BERCERITA

Metode ini seringkali dipakai dikalangan sekolah minggu. Untuk dapat bercerita dengan baik kita perlu sekali memahami beberapa hal :

  1. Membaca bahan cerita dengan cermat.
    1. Pastikan bahwa anda memahami cerita yang disampaikan
    2. Tentukan alurnya

- Pendahuluan

- Isi cerita harus mengandung kebenaran

- Cerita yang baik harus mengandung sesuatu yang dapat mengubah seseorang ke arah yang lebih baik

  1. Perhatikan kosa kata
    1. Kata kerja

Contoh : ”Maria dan Yusuf melakukan perjalanan jauh dari Betlehem ke Mesir.” Kata perjalanan jauh akan lebih mudah dicerna jika diganti dengan kata kerja berjalan. ”Maria dan Yusuf berjalan jauh sekali dari Betlehem ke Mesir” ”Si Andi mengangkat raportnya sambil berlari menuju ibunya yang sedang berdiri di depan pintu” Kata mengangkat diganti melambai-lambaikan.

    1. Kata deskriptif (yang melukiskan). ”Ketika Goliat terkena lemparan batu Daud, seketika Goliat jatuh.” Kata jatuh diganti dengan’rubuh’.
    2. Kata sifat, contoh : ”orang itu sangat kaya.” Kata kaya dalam benak anak-anak menimbulkan gambaran yang berbeda, kita harus menyatukan gambaran kaya yang dimaksud.
    3. Hindari istilah yang sulit dimengerti.
    4. Buatlah kalimat-kalimat pendek.
  1. Ekspresi dan gerak harus sinkron dengan cerita.
  2. Buatlah penerapan yang praktis.

Buatlah penerapan selama bercerita dengan pertanyaan-pertanyaan yang menuntut anak-anak untuk menerapkan pelajaran yang sedang disampaikan.

  1. Buatlah cerita anda berbeda.

Jangan menceritakan cerita dengan gaya yang sama terus.

  1. Ulangi penekanan atau tujuan dari sebuah cerita.
  2. Gunakan alat bantu baik audio atau visual
  3. Hindari pengalihan perhatian
  4. Akhiri dengan sebuah komitmen.

Selasa, 07 Juni 2011

Mari Pikul Salib

Tuhan Yesus berkata “Setiap orang yang mau mengikut Aku harus memikul salibnya.” (Markus 8:34). Apa sebenarnya yang dimaksud salib dalam hidup orang percaya? Selama ini ornag begitu mudah mengatakan bahwa ia memikul salib ketika ia harus menanggung kesulitan-kesulitan hidupnya. Setiap kesulitan hidup yang datang selalu disebut salib. Tidak setiap kesulitan hidup dapat dikatakan salib. Penderitaan yang kita harus pikul karena kesalahan dan dosa kita bukanlah salib. Tuhan Yesus memilkul salib bukan karena kesalahannya, tetapi supaya ia dapat menyelamatkan kita. Penderitaan Yesus adalah keselamatan dan kebahagiaan kita. Tindakan Yesus inilah yang harus kita teladani sebagaimana Alkitab menasehati kita untuk mengikuti teladan-Nya. Sesungguhnya harga keselamatan orang-orang yang ada disekeliling kita adalah salib kita. Kita harus rela pikul salib supaya mereka dapat mengenal Tuhan dan diselamatkan.

Tidak ada keselamatan yang dialami seseorang tanpa pengorbanan anak-anak-Nya. Bergulirnya roda pelayanan pekerjaan Tuhan dimanapun, diperankan oleh pengorbanan anak-anak Tuhan. Tanpa peborbanan bukanlah pelayanan, melainkan pemanfaatan atau manipulasi. Pengorbanan itu dapat berupa tenaga, waktu, pikiran, perasaan, uang, dll. Ini adalah pengorbanan yang menimbulkan sakit.

Menderita bagi Tuhan atau memikul salib adalah panggilan untuk hidup setiap orang percaya. Dalam satu pernyataannya Petrus berkata “Sebab untuk itulah kamu dipanggil, supaya mengikuti jejak-Nya.” Rasul Paulus juga berkata “Kita dipanggil bukan hanya untuk percaya, tetapi juga untuk menderita bagi Dia.” Jika kita tidak mau mengerti kebenaran ini dan menolak untuk melakukannya, maka panggilan kita belum lengkap dan kekristenan kita belum penuh. Kekristenan seperti ini adalah kekristenan yang tidak bermutu. Panggilan kita menjadi anak Tuhan atau orang percaya akan menjadi bermutu jika kita tidak hanya percaya kepada Tuhan, tetepi juga mau menderita bagi Tuhan dalam menyelamatkan orang-orang yang ada disekitar kita.

Sesungguhnya menderita bagi Tuhan adalah suatu hal yang sangat indah. Ini adalah kasih karunia, yang dalam teks aslinya diterjemahkan sebagai sesuatu keuntungan bagi kita atau sesuatu keuntungan yang harus kita sambut dalam menyenangkan hati Tuhan. Mengapa demikian? Sebab dibalik penderitaan yang kita alami demi keselamatan orang lain, ada sesuatu yang sangat berharga dan mulia - mahkota! Alkitab mengatakan “Jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, maka kita akan dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.” Jadi.. tidak ada mahkota tanpa salib, tidak ada keuntungan tanpa rasa sakit, dan tidak ada keselamatan tanpa pengorbanan. Saya heran kalau selama ini banyak orang percaya yang hanya mengingini berkat-berkat jasmani dari Tuhan saja tanpa mau mengalami penderitaan. Padahal mahkota hanya tersedia bagi orang-orang yang mau menderita untuk Dia.

Saudara sekalian, kita tidak hanya memiliki hidup untuk hari ini. Kita masih memiliki kehidupan setelah kematian. Kita tidak hanya memiliki satu dunia seperti sekarang ini, tetapi kita juga akan memiliki dunia yang baru dan langit yang baru. Kita bukan hanya menjadi warga negara Indonesia, tetapi juga akan menjadi warga kerajaan sorga. Untuk kerajaan yang akan dating itu, waktunya sudah singkat. Untuk itu kita harus rela berkorban dan berjuang untuk kepentingan-Nya.

Mungkin selama ini kita tidak mengerti kebahagiaan dari penderitaan yang akan kita alami. Akibatnya kita menjadi malas untuk memikul salib kita dalam menyelamatkan jiwa-jiwa yang ada disekeliling kita. Padahal sesungguhnya penderitaan yang kita harus pikul itu memang dirancang Tuhan untuk memberikan kita kebahagiaan yang kekal. Memikul salib memang sakit dan perih. Memikul salib memang sebuah penderitaan. Namun sebagaimana Tuhan Yesus telah memikul salibnya dan rela menderita untuk keselamatan kita, begitu pula kita harus memikul salib kita dan rela untuk menderita bagi keselamatan orang-orang yang ada disekeliling kita. Tuhan tidak menginginkan pekerjaan-Nya terhenti hanya sampai pada bukit Kalvari. Tuhan menginginkan perkerjaan-Nya dapat terus sampai ke ujung bumi. Itulah sebabnya mengapa Tuhan berkata kepada kita bahwa “Ia tidak menghendaki seorag pun binasa.”

Sekaranglah saatnya kita memanfaatkan kesempatan yang Tuhan berikan untuk bersama-sama menderita dengan Dia. Dalam rangka menggiring banyak jiwa dating kepada-Nya. Sekaranglah saatnya bagi kita untuk mengoreksi kekristenan kita. Apakah kita seorang Kristen yang egois, atau seorang Kristen yang mau menderita bersama Dia untuk kepentingan-Nya?