Jumat, 10 Juni 2011

METODE MENGAJAR ANAK


Waktu terbaik untuk kita menanam pohon adalah sepuluh tahun yang lalu, pasti hari ini kita suda sudah menikmati hasilnya. Dan waktu terbaik kedua adalah hari ini. Mungkin kita tidak bisa menikmati sepuluh tahun kedepan pohon yang kita tanam hari ini. Tetapi generasi selanjutnya akan menikmati.
Jika hari ini kita di ijinkan Tuhan intuk menanam benih kebenaran kepada anak-anak, mari kita tanam benih Firman itu sebaik mungkin di hati dan di kehidupan anak-anak yang Tuhan percayakan kepada kita. Benih Firman Tuhan yang kita genggam adalah benih yang unggul namun benioh itu terkadang tidak tumbuh dan menghasilkan buah karma kita tidak capak menanamnya. Bahkan tidak jarang kalau benih itu tercecer sehingga di patok burung, di injak kaki dan sebagainya.

Mengajarkan sebuah kebenaran kepada anak haruslah kaya dengan metode. Pengajar tidak bisa terpaku pada satu metode saja. Seperti halnya seorang anak adalah pribadi yang sangat aktif dan dinamis serta memiliki daya khayal tinggi, maka seorang pelayan anak harus mampu menyajikan kebenaran dengan berbagai metode.


ADA BEBERAPA METODE MENGAJAR KEPADA ANAK YANG BISA DI GUNAKAN.

  1. METODE DISKUSI

Metode ini hanya akan efektif jika di lakukan untuk kelas besar. Dlaam metode ini pengajar akan mengajukan sebuah pertanyaann atau ide yang harus dipecahkan bersama. Anak-anak dipancing untuk bisa mengemukakan pendapatnya tanpa ras takut. Dalam hal ini pengajar harus memiliki kemampuan yang baik dan menguasai topik yang sedang dibahas. Antisipasi pertanyaan anak yang terkadang ’nyeleneh’

  1. METODE DRAMA

Drama atau sandiwara adalah metode yang bisa kita gunakan dalam menyampaikan kebenaran. Dalam metode ini perlu ’kerja lebih keras’ karena perlu penulisan skenario dan latihan bersama. Namun dalam metode ini kita bisa melihat anak sebagai pemain.

  1. METODE FULL FUN / GAMES

Dalam metode ini anak-anak diajak bermain namun dalam permainan itu harus ada kebenaran yang kita tanamkan.

  1. METODE MENONTON FILM

Menonton film adalah kesukaan bagi anak-anak. Kita bisa memanfaatkan kesukaan anak-anak ini dengan menonton sebuah film yang memiliki nilai kebenaran. Jangan lupa untuk mengulas kebenaran yang terkandung di dalam film tersebut sesudah atau sebelum menonton.

  1. METODE BERCERITA

Metode ini seringkali dipakai dikalangan sekolah minggu. Untuk dapat bercerita dengan baik kita perlu sekali memahami beberapa hal :

  1. Membaca bahan cerita dengan cermat.
    1. Pastikan bahwa anda memahami cerita yang disampaikan
    2. Tentukan alurnya

- Pendahuluan

- Isi cerita harus mengandung kebenaran

- Cerita yang baik harus mengandung sesuatu yang dapat mengubah seseorang ke arah yang lebih baik

  1. Perhatikan kosa kata
    1. Kata kerja

Contoh : ”Maria dan Yusuf melakukan perjalanan jauh dari Betlehem ke Mesir.” Kata perjalanan jauh akan lebih mudah dicerna jika diganti dengan kata kerja berjalan. ”Maria dan Yusuf berjalan jauh sekali dari Betlehem ke Mesir” ”Si Andi mengangkat raportnya sambil berlari menuju ibunya yang sedang berdiri di depan pintu” Kata mengangkat diganti melambai-lambaikan.

    1. Kata deskriptif (yang melukiskan). ”Ketika Goliat terkena lemparan batu Daud, seketika Goliat jatuh.” Kata jatuh diganti dengan’rubuh’.
    2. Kata sifat, contoh : ”orang itu sangat kaya.” Kata kaya dalam benak anak-anak menimbulkan gambaran yang berbeda, kita harus menyatukan gambaran kaya yang dimaksud.
    3. Hindari istilah yang sulit dimengerti.
    4. Buatlah kalimat-kalimat pendek.
  1. Ekspresi dan gerak harus sinkron dengan cerita.
  2. Buatlah penerapan yang praktis.

Buatlah penerapan selama bercerita dengan pertanyaan-pertanyaan yang menuntut anak-anak untuk menerapkan pelajaran yang sedang disampaikan.

  1. Buatlah cerita anda berbeda.

Jangan menceritakan cerita dengan gaya yang sama terus.

  1. Ulangi penekanan atau tujuan dari sebuah cerita.
  2. Gunakan alat bantu baik audio atau visual
  3. Hindari pengalihan perhatian
  4. Akhiri dengan sebuah komitmen.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar